Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 12 Agustus 2026
Kurs dolar AS di bank-bank besar Indonesia yaitu BCA, Mandiri, BRI, dan BNI mengalami penurunan pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Penurunan ini mencerminkan pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami fluktuasi di pasar keuangan domestik dan global.
Berdasarkan data terbaru, kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA) tercatat berada pada kisaran harga beli Rp17.620 hingga Rp17.792, dan harga jual Rp17.812 hingga Rp17.900 per dolar AS. Sementara itu, Bank Mandiri melaporkan harga beli dolar di rentang Rp17.650 hingga Rp17.915, dan harga jual Rp17.840 hingga Rp18.020.
Di Bank Rakyat Indonesia (BRI), harga beli dolar AS tercatat berada di sekitar Rp17.876, dengan harga jual Rp17.891. Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat harga beli Rp17.660 hingga Rp17.855 dan harga jual Rp17.830 hingga Rp17.985.
Perbandingan dengan Hari Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan kurs pada tanggal 11 Agustus 2026, terjadi penurunan di beberapa bank. Misalnya, di BCA harga beli turun dari kisaran Rp17.720–17.814 menjadi Rp17.620–17.792 per dolar AS, sedangkan harga jual turun dari Rp17.827–18.000 menjadi Rp17.812–17.900.
Penurunan nilai tukar dolar ini sejalan dengan pelemahan dolar global dan penguatan rupiah yang sempat tercatat pada awal Agustus 2026, ketika rupiah menembus level Rp17.897 per dolar AS pada 10 Agustus.
Faktor yang Mempengaruhi Kurs Rupiah
Menurut analis pasar keuangan, pergerakan nilai tukar rupiah kali ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, termasuk data ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan moneter The Fed. Kenaikan suku bunga The Fed yang mulai melambat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat kembali terhadap dolar AS.
Kondisi pasar global yang relatif stabil dan sentimen positif dari sejumlah rilis data ekonomi domestik turut mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dampak bagi Nasabah dan Pelaku Pasar
Penurunan kurs dolar di bank-bank besar ini menjadi informasi penting bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melakukan transaksi valuta asing. Kurs yang lebih rendah dapat mengurangi beban biaya impor dan transaksi luar negeri.
Namun demikian, fluktuasi nilai tukar masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek mengingat dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Data Kurs Dolar AS di Bank Besar Indonesia 10-12 Agustus 2026
| Tanggal | Bank | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
| 10 Agustus 2026 | BCA | 17.720–17.814 | 17.827–18.000 |
| 10 Agustus 2026 | Mandiri | 17.650–17.915 | 17.840–18.020 |
| 10 Agustus 2026 | BRI | 17.876 | 17.891 |
| 10 Agustus 2026 | BNI | 17.660–17.855 | 17.830–17.985 |
| 11 Agustus 2026 | BCA | 17.620–17.792 | 17.812–17.900 |
| 12 Agustus 2026 | BCA | 17.620–17.792 | 17.812–17.900 |
| 12 Agustus 2026 | Mandiri | 17.650–17.915 | 17.840–18.020 |
| 12 Agustus 2026 | BRI | 17.876 | 17.891 |
| 12 Agustus 2026 | BNI | 17.660–17.855 | 17.830–17.985 |
Kutipan Narasumber
"Kurs dolar yang mengalami penurunan pada hari ini dipengaruhi oleh melambatnya kenaikan suku bunga The Fed dan sentimen positif pasar domestik," ujar seorang analis pasar keuangan di Jakarta.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow