Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat pada 7 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar AS di bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada Jumat, 7 Agustus 2026 menunjukkan penguatan yang mengikuti tren pasar global dan kondisi ekonomi terbaru. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini membawa dampak langsung bagi transaksi valuta asing di perbankan nasional.

Data terkini menunjukkan rupiah menguat ke kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS pada pekan awal Agustus 2026. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat Rp17.913 per dolar AS, naik 20 poin atau 0,11% dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan ini berdampak pada kurs jual beli yang tercatat di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI.

Kurs di Bank BCA

Berdasarkan data e-rate BCA, pada 6 Agustus 2026 kurs beli dolar Amerika berada di Rp17.895, sedangkan kurs jual Rp17.915. Ini menunjukkan adanya penyesuaian yang sejalan dengan penguatan rupiah. Sebelumnya, pada 1 Agustus 2026, kurs beli tercatat Rp17.990 dan kurs jual Rp18.080, menandai penurunan harga jual beli dolar AS di BCA seiring penguatan rupiah.

Kurs di Bank Mandiri

Bank Mandiri juga memperlihatkan tren serupa. Pada 6 Agustus 2026, special rate bank ini mencatat kurs beli dolar AS sebesar Rp17.900 dan kurs jual Rp17.930. Sementara pada 1 Agustus 2026, kurs beli dan jual masing-masing berada di Rp18.040 dan Rp18.070, menunjukkan pelemahan dolar terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir.

Variasi Kurs di Bank BRI dan BNI

Bank BRI dan BNI menyesuaikan kurs jual beli dolar AS sesuai dengan kondisi pasar dan jenis transaksi. Meski nilai tukar di kedua bank ini bervariasi berdasarkan kategori seperti e-rate, TT counter, dan special rate, keseluruhan tren mengindikasikan tren penguatan rupiah terhadap dolar AS pada awal Agustus 2026.

Pengaruh Faktor Eksternal dan Global

Menurut Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, penguatan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang regional Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS. Sentimen pasar didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve setelah sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan. Faktor eksternal tersebut menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar rupiah di pasar domestik.

"Penguatan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang regional Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS. Sentimen utama pasar masih didorong faktor eksternal, terutama meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve setelah sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan perlambatan," ujar Lukman Leong, analis Doo Financial Futures.

Perbandingan Data Kurs Dolar AS Pekan Ini

Secara rinci, berikut perbandingan kurs jual beli dolar AS di bank-bank besar pada awal Agustus 2026:

  • BCA: Kurs beli turun dari Rp17.990 (1 Agustus) menjadi Rp17.895 (6 Agustus).
  • Mandiri: Kurs beli turun dari Rp18.040 (1 Agustus) menjadi Rp17.900 (6 Agustus).
  • BRI dan BNI: Menyesuaikan fluktuasi pasar dengan variasi kurs tergantung jenis transaksi.
BankTanggalKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)
BCA1 Agustus 202617.99018.080
BCA6 Agustus 202617.89517.915
Mandiri1 Agustus 202618.04018.070
Mandiri6 Agustus 202617.90017.930

Data tersebut menunjukkan adanya penyesuaian nilai tukar yang mengikuti dinamika pasar global dan ekspektasi suku bunga AS. Hal ini penting bagi nasabah dan pelaku usaha yang melakukan transaksi valuta asing di bank-bank besar tersebut.

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed