Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat pada 9 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA) pada 9 Agustus 2026 pagi tercatat menguat dibandingkan hari sebelumnya, mencerminkan tren stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Data yang diperoleh pukul 09.00 WIB menunjukkan BCA menetapkan kurs beli di Rp17.990 dan kurs jual di Rp18.080 per dolar AS.

Penguatan serupa juga tercatat di Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada waktu yang bersamaan. Bank Mandiri mematok kurs beli di Rp18.040 dan jual di Rp18.070, sedangkan BRI menetapkan kurs beli Rp17.897 dan jual Rp18.099, serta BNI menetapkan kurs beli Rp17.970 dan jual Rp18.070.

Pergerakan kurs ini menunjukkan kenaikan dari data 7 Agustus 2026 yang mencatat kurs rupiah di BCA pada posisi beli Rp17.930 dan jual Rp17.950, sementara di Mandiri di kisaran beli Rp17.900 dan jual Rp17.930. Dengan demikian, rupiah mengalami penguatan tipis terhadap dolar AS dalam dua hari terakhir di bank-bank besar tersebut.

Kurs Beli dan Jual per 9 Agustus 2026

Berikut adalah tabel kurs dolar AS di empat bank besar Indonesia pada pagi hari 9 Agustus 2026:

BankKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)
BCA17.99018.080
Mandiri18.04018.070
BRI17.89718.099
BNI17.97018.070

Perbedaan Kurs Jual dan Beli

Perbedaan antara kurs jual dan beli merupakan hal umum dalam transaksi valas, mencerminkan spread yang menjadi sumber pendapatan bank. Di BCA, spread ini sebesar Rp90, sementara Mandiri dan BNI memiliki spread yang lebih kecil, yaitu Rp30. BRI memiliki spread sekitar Rp202. Spread yang lebih kecil biasanya memberikan keuntungan lebih kompetitif bagi nasabah yang melakukan pertukaran valuta asing.

Konteks Penguatan Rupiah dan Prediksi Minggu Depan

Nilai tukar rupiah yang menguat ini mengikuti tren positif yang terjadi sejak akhir Juli 2026, ketika rupiah ditutup pada Rp18.022 per dolar AS dengan penguatan 0,49 persen. Prediksi nilai tukar rupiah untuk pekan berikutnya, 10 hingga 16 Agustus 2026, diperkirakan akan berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Menurut analis pasar keuangan, penguatan rupiah didorong oleh stabilitas ekonomi domestik dan respons positif pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia. Hal ini tercermin dari pergerakan kurs valas yang menunjukkan kecenderungan stabil di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI.

Penjelasan tentang Special Rate dan TT Counter

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom

Bank Mandiri dan BNI menggunakan istilah "special rate" untuk kurs yang dipatok khusus bagi nasabah tertentu atau dalam transaksi besar. Sementara itu, kurs TT (Telegraphic Transfer) counter dan bank notes adalah kurs yang berlaku untuk transaksi pengiriman uang dan penukaran uang fisik di counter bank.

Perbedaan kurs jual dan beli ini penting untuk dipahami oleh nasabah karena berpengaruh pada nilai tukar yang diterima saat membeli atau menjual dolar AS di bank-bank besar tersebut.

"Kurs yang kami tetapkan mencerminkan kondisi pasar terkini dan berusaha memberikan nilai terbaik bagi nasabah sesuai dengan fluktuasi nilai tukar global dan lokal," ujar Kepala Divisi Valas BCA dalam keterangan resmi.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed