Kurs Dolar Melemah Tipis pada 12 Agustus 2026 di Tengah Tekanan Pasar
Kurs dolar Amerika Serikat (AS) pada 12 Agustus 2026 mengalami pelemahan tipis terhadap rupiah di pasar spot Indonesia. Data terbaru pukul 09:01 WIB menunjukkan nilai tukar jual dolar berada di kisaran Rp 17.880 dan beli Rp 17.860 per dolar AS, menurun dibandingkan posisi kemarin yang berada di Rp 17.861, menurut data dari BCA.
Pelemahan ini dipengaruhi oleh kondisi pasar Asia yang juga mengalami tekanan seiring penguatan harga minyak dunia selama empat hari berturut-turut. Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, termasuk rupiah yang tercatat melemah 0,60% menjadi Rp 17.861 pada perdagangan 11 Agustus 2026, menurut pusatdata.kontan.co.id. Kurs Jisdor rupiah juga melemah 0,16% menjadi Rp 17.824 per dolar AS pada hari yang sama.
Pelemahan Mayoritas Mata Uang Asia
Selain rupiah, mata uang Asia lain seperti peso Filipina, baht Thailand, dolar Taiwan, dan rupee India juga melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah paling dalam sebesar 0,84%, diikuti baht Thailand melemah 0,41%, dan dolar Taiwan 0,22%. Sementara itu, won Korea Selatan dan yuan China menguat tipis masing-masing 0,07% dan 0,001%, menurut pusatdata.kontan.co.id.
Kinerja Indeks Dolar AS
Indeks dolar AS sendiri menguat tipis sebesar 0,03% menjadi 99,84, menguat selama dua hari berturut-turut meski belum mampu menembus level psikologis 100. Hal ini mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati terhadap dolar AS di tengah dinamika harga minyak dan prospek ekonomi global.
Kurs Transaksi Bank Indonesia dan Mata Uang Lain
Menurut data Bank Indonesia pada 11 Agustus 2026, kurs jual dolar AS tercatat Rp 17.913,12 dan kurs beli Rp 17.734,88. Selain dolar AS, kurs transaksi BI juga menyediakan nilai tukar untuk mata uang lain seperti euro, dolar Singapura, yen Jepang, poundsterling, dan dolar Australia yang tetap stabil dengan pergerakan minor.
| Mata Uang | Kurs Jual (Rp) | Kurs Beli (Rp) |
|---|---|---|
| USD | 17.913,12 | 17.734,88 |
| JPY (per 100 unit) | 11.241,37 | 11.127,42 |
| EUR | – | – |
| SGD | – | – |
Faktor Pengaruh dan Prospek Pasar
Penguatan harga minyak dunia menjadi faktor utama yang memberikan tekanan terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah. Sementara itu, indeks dolar AS yang menguat tipis menunjukkan sentimen investor masih menganggap dolar sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global. Kondisi ini membuat pergerakan kurs rupiah cenderung fluktuatif dan perlu dipantau secara berkala.
"Penguatan harga minyak memberikan tekanan pada mata uang Asia, termasuk rupiah, karena meningkatkan biaya impor dan risiko inflasi," ujar analis pasar dari pusatdata.kontan.co.id.
Investor dan pelaku pasar diimbau untuk terus mengikuti perkembangan harga minyak dan kebijakan moneter global yang dapat memengaruhi pergerakan kurs dolar dan rupiah dalam waktu dekat.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow