Kurs Dolar AS di BCA Mandiri BRI dan BNI Stabil pada 18 Agustus 2026
Kurs dolar AS di bank-bank besar Indonesia yaitu BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada Selasa, 18 Agustus 2026 menunjukkan stabilitas dengan harga jual berkisar antara Rp18.070 hingga Rp18.170 per dolar AS. Hal ini mencerminkan kondisi pasar valuta asing yang relatif tenang setelah beberapa pekan mengalami fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Bank Central Asia (BCA)
Bank Central Asia mempertahankan kurs beli di kisaran Rp17.900 dan kurs jual sekitar Rp18.070 per dolar AS. Angka ini sedikit mengalami peningkatan dari data terakhir pada 17 Agustus 2026, di mana harga jual berada di level Rp18.060.
Bank Mandiri
Bank Mandiri juga menunjukkan harga jual dolar yang stabil di sekitar Rp18.150 dengan kurs beli Rp17.940. Stabilitas ini terjaga meski ada potensi pengaruh perubahan suku bunga acuan yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah.
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Kurs dolar di BRI berada pada rentang jual Rp18.170 dan beli Rp17.930, hampir sama dengan posisi pada hari sebelumnya. Data ini menunjukkan sentimen pasar yang masih berhati-hati menanti rilis data ekonomi terbaru.
Bank Negara Indonesia (BNI)
BNI menetapkan harga jual dolar di level Rp18.160 dan kurs beli Rp17.920, mengikuti tren yang serupa dengan bank-bank lain sehingga menciptakan pasar yang stabil pada 18 Agustus 2026.
Konteks dan Faktor Pengaruh Nilai Tukar Rupiah
Menurut data resmi, nilai tukar rupiah pada 10 Agustus 2026 menguat 0,15% ke posisi Rp17.897 per dolar AS, diikuti penguatan indeks dolar AS sebesar 0,13% ke level 99,67. Penguatan ini sejalan dengan pergerakan pasar global yang menyesuaikan dengan kebijakan suku bunga The Fed dan kondisi ekonomi dalam negeri.
Selain itu, pada 1 Agustus 2026, rupiah juga ditutup menguat 0,49% ke level Rp18.022 per dolar AS, menunjukkan tren positif dalam beberapa pekan terakhir. Perkiraan nilai tukar rupiah pekan depan diperkirakan berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS, memberikan indikasi stabilitas meski ada faktor eksternal yang perlu diwaspadai.
Dampak dan Reaksi Pasar
Stabilitas kurs dolar di bank-bank besar tersebut menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar dan investor untuk melakukan pengambilan keputusan yang lebih yakin. Namun, para pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang dapat terjadi akibat perubahan kebijakan moneter global dan perkembangan geopolitik.
"Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar pada periode ini memberikan ruang bagi pasar untuk beradaptasi dengan kondisi ekonomi terkini," ujar analis keuangan dari salah satu lembaga riset ekonomi di Jakarta.
| Bank | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) |
|---|---|---|
| BCA | 17.900 | 18.070 |
| Mandiri | 17.940 | 18.150 |
| BRI | 17.930 | 18.170 |
| BNI | 17.920 | 18.160 |
Rangkuman Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
- Per 10 Agustus 2026 rupiah menguat ke Rp17.897 per dolar AS.
- Indeks dolar AS menguat ke posisi 99,67.
- Harga jual dolar di bank besar stabil di kisaran Rp18.070–Rp18.170.
- Perkiraan nilai tukar pekan depan berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.150.
Pergerakan nilai tukar ini dipengaruhi oleh faktor global dan domestik, termasuk kebijakan suku bunga serta kondisi ekonomi makro Indonesia dan Amerika Serikat.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow