Harga Sembako Naik Terus di 1 Agustus 2026, Minyak Goreng dan Cabai Melonjak

Smallest Font
Largest Font

Harga sembako di Indonesia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, kembali mencatat kenaikan signifikan terutama pada minyak goreng dan cabai. Kenaikan ini terjadi di berbagai provinsi dan dipicu oleh dampak langsung dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang meningkatkan tarif angkutan barang kebutuhan pokok.

Berdasarkan data pemantauan real-time dari platform econiq.id yang mengumpulkan informasi dari 34 provinsi serta marketplace dan media sosial, harga minyak goreng pouch 1 liter berkisar antara Rp 12.000 hingga Rp 14.800, naik dibandingkan minggu lalu. Sedangkan minyak goreng pouch 2 liter berada pada rentang Rp 21.000 sampai Rp 26.200, dan minyak goreng jerigen 5 liter di kisaran Rp 63.000 hingga Rp 67.000.

Di Jawa Timur, yang memantau harga sembako di 38 kabupaten/kota termasuk Surabaya, Malang, dan Banyuwangi, harga cabai rawit merah tercatat Rp 54.450 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 49.250 per kilogram, cabai merah besar Rp 48.850 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp 44.250 per kilogram. Sementara bawang merah dan bawang putih masing-masing berada pada harga Rp 41.400 dan Rp 42.450 per kilogram.

Kenaikan harga ini berimbas pada pengeluaran rumah tangga yang harus menyesuaikan budget belanja bahan pokok. Menurut laporan dari hargakomoditas.com, kenaikan tarif angkutan barang akibat harga BBM yang naik menjadi faktor utama yang menyebabkan lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan modern.

Harga Beras

Harga beras bervariasi berdasarkan kualitas dan jenis. Berikut rincian harga beras per kilogram yang tercatat hari ini:

Kualitas BerasHarga (Rp/kg)
Bawah I15.200
Bawah II15.300
Medium I16.550
Medium II16.450
Super I17.500
Super II17.100

Harga Minyak Goreng dan Telur

Minyak goreng yang saat ini mengalami kenaikan harga menjadi beban utama konsumen. Selain itu, harga telur ayam ras juga menunjukkan kenaikan dengan harga sekitar Rp 29.550 per kilogram menurut data terbaru.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Sembako

Kenaikan harga sembako yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir ini terutama dipicu oleh kenaikan harga BBM yang menyebabkan tarif angkutan barang ikut naik, sehingga menimbulkan efek domino pada harga bahan pokok di pasar. Selain itu, fluktuasi harga komoditas seperti cabai dan bawang juga dipengaruhi oleh kondisi pasokan yang kerap terganggu oleh faktor cuaca dan musim panen.

Menurut pengamatan platform econiq.id, pemantauan harga sembako secara online melalui data marketplace dan sinyal media sosial membantu memberikan gambaran terkini kepada masyarakat mengenai kondisi pasar. Hal ini menjadi salah satu cara bagi konsumen untuk mengetahui bagaimana cara pantau harga sembako online secara cepat dan akurat.

"Kenaikan harga BBM berpengaruh langsung pada biaya distribusi bahan pokok sehingga mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen," ujar Kepala Ekonom dari sebuah lembaga riset pasar.

Beberapa daerah seperti Jawa Timur mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan terutama pada komoditas cabai dan minyak goreng. Hal ini karena biaya logistik yang semakin meningkat serta permintaan yang masih tinggi menjelang musim kemarau.

Dampak dan Respons Pasar

Kenaikan harga sembako ini berpotensi menekan daya beli masyarakat terutama kelompok berpenghasilan rendah. Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar tidak memberatkan konsumen.

Harga Sembako Makin Pedas Cabai Rawit Merah Naik Tajam Jelang Iduladha | Official iNews

"Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah."

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow