Harga Sembako Naik di Agustus 2026 Imbas Kenaikan BBM dan Tarif Angkutan
Harga sembako di pasar tradisional Indonesia mengalami kenaikan pada 12 Agustus 2026, terutama dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif angkutan. Kenaikan ini tercatat terjadi di berbagai wilayah termasuk Banten dan Sumatera Selatan.
Minyak Goreng dan Komoditas Stabil
Berdasarkan data per 12 Agustus 2026, minyak goreng tetap menjadi salah satu komoditas dengan harga cukup stabil. Harga minyak goreng pouch 1 liter berada di kisaran Rp12.000 sampai Rp14.800, sedangkan pouch 2 liter berkisar antara Rp22.700 hingga Rp26.200. Untuk kemasan jerigen 5 liter, harga berada di rentang Rp63.000 sampai Rp67.000.
Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti tomat dan kentang juga menunjukkan kestabilan harga meskipun terdapat tekanan kenaikan dari sektor transportasi.
Kenaikan Harga Cabai dan Daging di Berbagai Daerah
Di wilayah Banten pada 11 Agustus 2026 pukul 15.44 WIB, tercatat kenaikan harga pada komoditas cabai rawit merah sebesar 0,83% menjadi Rp50.583 per kilogram, cabai merah keriting naik 1,99% menjadi Rp42.708 per kilogram, daging ayam ras naik 0,11% menjadi Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam ras naik 0,34% menjadi Rp25.146 per kilogram. Namun, beberapa komoditas seperti cabai merah besar dan bawang merah mengalami penurunan harga masing-masing 0,45% dan 0,59%.
Di Sumatera Selatan, pada 11 Agustus 2026 pukul 17.16 WIB, harga minyak goreng sawit curah naik 0,18% menjadi Rp17.991 per liter, cabai merah besar naik 0,93% menjadi Rp40.833 per kilogram, bawang merah naik 0,12% menjadi Rp33.314 per kilogram, dan daging ayam ras naik 0,94% menjadi Rp38.059 per kilogram.
Penyebab dan Dampak Kenaikan Harga Sembako
Kenaikan harga sembako pada Agustus 2026 ini terutama disebabkan oleh lonjakan harga BBM yang berimbas langsung pada tarif angkutan barang. Hal ini menyebabkan biaya distribusi bahan pangan meningkat sehingga mendorong naiknya harga jual di pasar.
Menurut laporan dari hargacampur.com, kenaikan BBM dan tarif angkutan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga sembako, khususnya pada komoditas yang membutuhkan pengiriman jarak jauh.
"Kenaikan harga BBM langsung berpengaruh pada biaya logistik yang menyebabkan harga sembako ikut naik di pasar tradisional," ujar seorang analis pasar pangan dari Econiq.id.
Perbandingan Harga Hari Ini dengan Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan data harga pada minggu lalu, kenaikan harga cabai dan daging ayam cukup signifikan di beberapa daerah. Contohnya, harga cabai rawit merah di Banten meningkat sekitar 0,83%, sedangkan daging ayam ras naik hampir 1% di Sumatera Selatan.
Namun, beberapa komoditas seperti minyak goreng kemasan premium di Banten justru menunjukkan penurunan harga tipis sebesar 0,19%, menandakan adanya tekanan pasar yang masih berusaha menstabilkan harga.
Dampak terhadap Konsumen dan Pasar
Kenaikan harga sembako ini berpotensi membebani daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang sangat bergantung pada harga kebutuhan pokok. Para pedagang tradisional mengaku harus menaikkan harga jual untuk menyesuaikan biaya operasional yang juga meningkat.
Oleh karena itu, pemantauan harga sembako secara berkala dan kebijakan pemerintah terkait subsidi BBM dan transportasi menjadi penting untuk menekan inflasi pangan di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Rangkuman Harga Sembako Utama per 12 Agustus 2026
| Komoditas | Harga (Rp/kg atau Rp/liter) | Perubahan (%) | Wilayah |
|---|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp50.583 | +0,83% | Banten |
| Cabai Merah Keriting | Rp42.708 | +1,99% | Banten |
| Daging Ayam Ras | Rp38.000 - Rp38.059 | +0,11% - +0,94% | Banten, Sumatera Selatan |
| Minyak Goreng Pouch 1L | Rp12.000 - Rp14.800 | Stabil | Nasional |
| Telur Ayam Ras | Rp25.146 | +0,34% | Banten |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow