Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Stabil pada 3 Agustus 2026
Kurs dolar AS di perbankan nasional pada 3 Agustus 2026 menunjukkan kestabilan dengan rupiah yang menguat tipis. Data terbaru dari Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) mengindikasikan pergerakan nilai tukar yang relatif stabil di tengah dinamika pasar global dan domestik.
Per 1 Agustus 2026, kurs dolar AS di BCA berada pada level:
- e-Rate: beli Rp17.990 dan jual Rp18.080
- TT Counter & Bank Notes: beli Rp17.870 dan jual Rp18.150
Kurs ini tidak mengalami perubahan signifikan hingga 3 Agustus 2026, mencerminkan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di bank swasta terbesar ini.
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
Bank Mandiri mencatat kurs dolar AS pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 pada kisaran berikut:
- Special Rate: beli Rp18.040 dan jual Rp18.070
- TT Counter & Bank Notes: beli Rp17.800 dan jual Rp18.100
Nilai tukar ini menunjukkan perbedaan harga jual dan beli yang tipis, menandakan kondisi pasar yang stabil.
Kurs Dolar AS di Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank BRI mencatat kurs dolar AS pada 1 Agustus 2026 sebagai berikut:
- e-Rate: beli Rp17.897 dan jual Rp18.099
- TT Counter: beli Rp17.870 dan jual Rp18.170
Data ini menunjukkan harga jual yang sedikit lebih tinggi dibandingkan bank lain, namun masih dalam rentang normal pergerakan nilai tukar.
Kurs Dolar AS di Bank Negara Indonesia (BNI)
Bank BNI menetapkan kurs dolar AS pada 1-2 Agustus 2026 pada level:
- Special Rate: beli Rp17.970 dan jual Rp18.070
Kurs ini masih sejalan dengan tren pergerakan nilai tukar yang stabil di bank-bank nasional utama.
Konteks dan Faktor Pengaruh Stabilitas Rupiah
Nilai tukar rupiah menguat sebesar 0,49% ke level Rp18.022 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, menurut laporan keuangan resmi. Pergerakan nilai tukar di berbagai bank nasional pada awal Agustus berada dalam rentang Rp17.800 hingga Rp18.170 per dolar AS, menunjukkan stabilitas dan kepercayaan pasar terhadap rupiah.
Penguatan rupiah akhir Juli 2026 disebabkan oleh faktor-faktor seperti penguatan ekonomi domestik, aliran modal asing yang stabil, serta kebijakan moneter Bank Indonesia yang mendukung kestabilan nilai tukar. Menurut analis keuangan, faktor global juga berperan, termasuk kondisi ekonomi Amerika Serikat dan sentimen pasar terhadap dolar AS.
Perbandingan Kurs Dolar Hari Ini dengan Periode Sebelumnya
| Bank | Beli (Rp) | Jual (Rp) | Tanggal Referensi |
|---|---|---|---|
| BCA (e-Rate) | 17.990 | 18.080 | 1 Agustus 2026 |
| BCA (TT Counter) | 17.870 | 18.150 | 1 Agustus 2026 |
| Mandiri (Special Rate) | 18.040 | 18.070 | 31 Juli - 1 Agustus 2026 |
| Mandiri (TT Counter) | 17.800 | 18.100 | 31 Juli - 1 Agustus 2026 |
| BRI (e-Rate) | 17.897 | 18.099 | 1 Agustus 2026 |
| BRI (TT Counter) | 17.870 | 18.170 | 1 Agustus 2026 |
| BNI (Special Rate) | 17.970 | 18.070 | 1-2 Agustus 2026 |
Kutipan Narasumber
"Pergerakan kurs dolar di bank-bank utama masih menunjukkan kestabilan, seiring dengan penguatan rupiah yang didukung oleh kebijakan moneter Bank Indonesia dan faktor eksternal yang kondusif," ujar seorang analis keuangan dari lembaga riset pasar modal.
Stabilitas kurs ini memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam melakukan transaksi valuta asing di tengah kondisi ekonomi yang terus berkembang.
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow