Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 8 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) tercatat mengalami penurunan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mengikuti tren penguatan nilai tukar rupiah di pasar valuta asing domestik.

Perdagangan hari ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menguat setelah sempat melemah pada awal Agustus, dengan rentang kisaran perdagangan yang diprediksi antara Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Bank Central Asia (BCA)

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh BCA, kurs beli dolar AS berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp17.930, sementara kurs jual tercatat di level Rp17.930 hingga Rp17.950. Hal ini menunjukkan penurunan tipis dibandingkan dengan kurs yang tercatat pada Jumat, 7 Agustus 2026, yang berada di kisaran Rp17.908-17.930 untuk beli dan Rp17.928-17.950 untuk jual.

Bank Mandiri

Bank Mandiri mencatat kurs beli dolar AS pada posisi Rp17.900 dan kurs jual pada Rp17.930 untuk special rate, sedangkan untuk layanan TT counter, harga beli mencapai Rp17.720 dan jual Rp18.020, sedikit melemah dari data pekan sebelumnya.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI)

Bank BRI dan BNI juga mencatat penurunan nilai tukar dolar AS. Bank BRI menetapkan kurs beli di sekitar Rp17.897 dan jual di Rp18.099, sementara BNI mencatat kurs beli Rp17.970 dan jual Rp18.070. Data ini mengindikasikan kecenderungan yang sama di semua bank besar, selaras dengan pergerakan rupiah yang menguat di pasar.

Konteks Penguatan Rupiah dan Faktor Pengaruh Nilai Tukar

Menurut laporan dari berbagai sumber keuangan, penguatan rupiah terhadap dolar AS pada pekan awal Agustus ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen positif pasar terhadap kondisi ekonomi domestik dan global yang mulai stabil. Selain itu, kebijakan moneter Bank Indonesia dan pergerakan suku bunga acuan juga menjadi faktor pendukung penguatan ini.

Nilai tukar rupiah sempat menguat 0,49% pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, di angka Rp18.022 per dolar AS, sebelum mengalami fluktuasi kecil namun tetap menunjukkan tren positif hingga hari ini.

Perbandingan Data dan Dampak bagi Nasabah

Perbandingan data kurs dolar AS di bank-bank tersebut menunjukkan adanya perbedaan kecil pada kurs beli dan jual yang disesuaikan dengan layanan dan kebijakan masing-masing bank. Nasabah dan pelaku ekonomi bisa memanfaatkan informasi ini sebagai referensi dalam melakukan transaksi valuta asing.

BankKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)
BCA17.900-17.93017.930-17.950
Mandiri (Special Rate)17.90017.930
Mandiri (TT Counter)17.72018.020
BRI17.89718.099
BNI17.97018.070

Informasi Tambahan

Seiring bergulirnya perdagangan akhir pekan, nilai tukar rupiah yang menguat akan memberikan dampak positif bagi importir dan masyarakat yang membutuhkan dolar AS. Namun, fluktuasi pasar tetap harus diwaspadai karena faktor eksternal dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar secara mendadak.

"Penguatan rupiah terhadap dolar AS saat ini didukung oleh stabilitas ekonomi domestik dan kebijakan moneter yang efektif dari Bank Indonesia," ujar analis pasar keuangan, seperti dilaporkan oleh finansial.bisnis.com.
Risiko di Balik Kenaikan Bunga Deposito Valas Jadi 4% | CNN Indonesia
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed