Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat pada 11 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada 11 Agustus 2026 mencatat penguatan di sejumlah bank besar Indonesia seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Data terbaru yang diperoleh pagi ini menunjukkan kurs beli dan jual dolar AS mengalami perubahan yang mencerminkan kondisi pasar valuta asing terkini.

Per 10 Agustus 2026, rupiah menguat sebesar 87 poin atau 0,49% ke level Rp 17.810 per dolar AS, berdasarkan data pasar spot exchange pukul 09.05 WIB. Kondisi ini berlanjut ke hari ini, 11 Agustus, dengan nilai tukar dolar AS di bank-bank besar yang tetap menunjukkan tren penguatan seiring dengan stabilnya indeks dolar AS di angka 99,67-99,81.

Di Bank Central Asia (BCA), kurs dolar AS pada 10 Agustus tercatat dengan harga beli e-rate Rp 17.814 dan harga jual Rp 17.834, sementara untuk transaksi TT counter dan bank notes harga beli dan jual berada di kisaran Rp 17.720 hingga Rp 18.000. Bank Mandiri, BRI, dan BNI juga mencatat nilai tukar serupa, yaitu sekitar Rp 17.810 per dolar AS pada pagi hari.

Bank Central Asia (BCA)

BCA memperlihatkan variasi kurs jual dan beli dolar AS yang berbeda berdasarkan jenis transaksi. E-rate menjadi referensi utama dengan harga beli Rp 17.814 dan jual Rp 17.834, sementara transaksi TT counter dan bank notes dibanderol lebih tinggi sebagai refleksi biaya administrasi dan risiko likuiditas.

Bank Mandiri

Bank Mandiri mempertahankan harga jual beli dolar AS yang kompetitif. Pada 10 Agustus 2026, kurs beli dan jual di Mandiri menyentuh angka Rp 17.810 per dolar AS, selaras dengan posisi pasar spot. Bank ini juga menyediakan special rate untuk nasabah prioritas, yang biasanya menawarkan nilai tukar lebih menguntungkan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI)

BRI dan BNI mengikuti tren serupa dengan nilai tukar yang stabil di sekitar Rp 17.810 per dolar AS. Keduanya menyesuaikan harga jual dan beli sesuai dengan dinamika pasar global dan permintaan domestik, sehingga memberikan gambaran konsisten bagi para pelaku usaha dan investor.

Konteks Penguatan Rupiah

Penguatan rupiah terhadap dolar AS pada saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk kebijakan moneter The Fed yang cenderung berhati-hati menaikkan suku bunga sehingga menahan penguatan dolar AS secara berlebihan. Selain itu, stabilitas ekonomi domestik dan aliran modal asing yang masuk juga menjadi penopang nilai tukar rupiah.

Selain rupiah, beberapa mata uang Asia lainnya juga menunjukkan penguatan ringan pada 10 Agustus 2026, seperti yuan China naik 0,01%, baht Thailand 0,18%, dan ringgit Malaysia 0,07%, menandakan tren positif di kawasan.

Perbandingan Kurs Dolar Terhadap Rupiah

BankKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)Jenis Transaksi
BCA17.81417.834E-rate
BCA17.72018.000TT Counter / Bank Notes
Mandiri17.81017.810Spot
BRI17.81017.810Spot
BNI17.81017.810Spot

Reaksi Pasar dan Nasabah

Menurut analisis dari pengamat valuta asing di Investor.id, penguatan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia serta pengaruh moderasi kebijakan The Fed. Kondisi ini memberikan peluang bagi pelaku bisnis yang melakukan transaksi impor dan ekspor untuk mendapatkan nilai tukar yang lebih menguntungkan.

"Penguatan rupiah hari ini menunjukkan bahwa pasar merespon dengan positif kebijakan moneter global yang lebih berhati-hati serta fundamental ekonomi Indonesia yang solid," ujar analis senior pasar valuta asing di Investor.id.

Para nasabah dan pelaku usaha disarankan untuk tetap memantau perkembangan nilai tukar secara berkala karena fluktuasi dapat terjadi sewaktu-waktu akibat dinamika global dan domestik.

Analisa Saham 11 Agustus 2026, IHSG XAUUSD CRUDE OIL IDR BITCOIN BBCA BBRI BMRI DSSA TPIA CUAN | Bisniscom
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed