Kurs Dolar Tembus Rp18.000 pada 5 Agustus 2026, Defisit Perdagangan Jadi Faktor

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar AS melewati angka Rp18.000 terhadap rupiah pada Rabu, 5 Agustus 2026, di pasar valuta asing Jakarta. Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah kondisi defisit perdagangan yang masih membayangi serta pengaruh fluktuasi harga minyak dunia.

Nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan pagi tercatat di kisaran Rp18.015 hingga Rp18.040 per dolar AS, sedikit melemah dibandingkan posisi Rp18.027 pada 4 Agustus 2026. Menurut data Bank Indonesia, kurs transaksi jual dolar AS mencapai Rp18.127,19 sementara kurs beli di Rp17.946,81 pada tanggal yang sama.

Pergerakan rupiah yang melemah ini tidak terlepas dari defisit perdagangan Indonesia pada Juni 2026 yang tercatat sebesar US$450 juta, meskipun angka tersebut lebih baik dibandingkan defisit Mei sebesar US$1,61 miliar. Namun, kenaikan harga minyak dunia berpotensi memperlebar kembali defisit tersebut, yang menjadi salah satu faktor tekanan pada nilai tukar rupiah.

Defisit Perdagangan dan Harga Minyak

Menurut analis pasar dari Pintu Investasi, defisit perdagangan yang terjadi saat ini menjadi sentimen negatif bagi rupiah. "Kenaikan harga minyak dunia menambah beban impor energi, yang berkontribusi pada defisit perdagangan dan menekan nilai tukar rupiah," ujarnya.

Penguatan Dolar AS dan Data Ekonomi Global

Selain itu, penguatan dolar AS juga didorong oleh data manufaktur AS yang menunjukkan tren positif, meningkatkan permintaan dolar sebagai aset safe haven. Hal ini membuat rupiah semakin tertekan di pasar global.

Rentang Fluktuasi dan Perbandingan Historis

Rentang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam 52 minggu terakhir berada di antara Rp16.085,0 hingga Rp18.197,5. Posisi saat ini mendekati level tertinggi dalam setahun terakhir, menandakan tekanan yang cukup besar pada mata uang domestik.

TanggalKurs Spot (Rp/USD)Kurs Jisdor (Rp/USD)Kurs Transaksi BI Jual (Rp)Kurs Transaksi BI Beli (Rp)
4 Agustus 202618.02718.037
5 Agustus 2026 (pagi)18.034,918.127,1917.946,81

Proyeksi dan Respons Pasar

Pasar masih mencermati dinamika defisit perdagangan dan perkembangan harga minyak sebagai faktor utama yang membentuk pergerakan rupiah ke depan. Pergerakan dolar yang kuat diperkirakan akan terus menekan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

"Tekanan pada rupiah hari ini terutama didorong oleh defisit perdagangan yang belum mereda dan penguatan dolar AS akibat data manufaktur positif," kata analis pasar dari Pintu Investasi.
Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini - Zona Bisnis | METRO TV

Investor dan pelaku pasar disarankan untuk memantau terus perkembangan data ekonomi dan geopolitik yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Bank Indonesia diharapkan dapat mengambil langkah strategis guna menstabilkan kurs rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed