Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 21 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah di bank-bank besar Indonesia seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI mengalami penurunan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Data terbaru menunjukkan pergerakan kurs yang mencerminkan penguatan rupiah di tengah dinamika pasar valuta asing domestik dan global.

Di Bank Mandiri, kurs jual dolar AS tercatat turun menjadi sekitar Rp17.870 per dolar, sementara kurs beli berada di kisaran Rp17.820. Penurunan serupa juga terjadi di BCA yang menawarkan kurs jual di level Rp17.875 dan kurs beli Rp17.825. BRI dan BNI mengikuti tren ini dengan penyesuaian kurs jual masing-masing di kisaran Rp17.880 dan Rp17.870, serta kurs beli di angka Rp17.830 dan Rp17.820.

Pergerakan tersebut terjadi setelah rupiah menguat sekitar 0,15% pada 10 Agustus 2026 ke posisi Rp17.897 per dolar AS, seiring dengan penguatan indeks dolar AS sebesar 0,13% ke angka 99,67. Penguatan rupiah ini dipengaruhi oleh kebijakan moneter global, khususnya keputusan Federal Reserve (The Fed) yang berdampak pada arus modal dan sentimen pasar.

Dinamika Pasar Global dan Kebijakan The Fed

Kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung stabil atau penurunan kecil memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Hal ini berimbas pada penurunan kurs dolar di pasar domestik yang tercermin di bank-bank besar.

Peran Bank Mandiri dalam Menjaga Stabilitas Kurs

Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia turut menyesuaikan kurs jual dan beli dolar untuk merespon kondisi pasar sekaligus menjaga likuiditas dan daya saing produk valasnya. Penyesuaian kurs dilakukan secara real-time mengikuti pergerakan pasar valuta asing global.

Perbandingan Kurs di Bank BCA, BRI, dan BNI

BCA, BRI, dan BNI juga melakukan penyesuaian serupa mengikuti tren penguatan rupiah. Penurunan kurs jual di ketiga bank ini berkisar antara Rp10 hingga Rp15 dibandingkan posisi satu minggu lalu. Penurunan tersebut memberikan peluang bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi valas dengan kondisi lebih menguntungkan.

Implikasi bagi Nasabah dan Investasi

Penurunan kurs dolar ini memengaruhi berbagai sektor, terutama bagi importir dan pelaku bisnis yang bergantung pada dolar. Di sisi lain, penguatan rupiah memperkuat daya beli masyarakat dan berpotensi menurunkan biaya impor barang.

"Penyesuaian kurs di Bank Mandiri mengikuti dinamika pasar global dan bertujuan menjaga stabilitas serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah," ujar perwakilan Bank Mandiri.

Nasabah diimbau untuk selalu memantau perkembangan kurs dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar guna mengambil keputusan finansial yang tepat.

BankKurs Jual (Rp)Kurs Beli (Rp)Perubahan Mingguan (%)
Bank Mandiri17.87017.820-0,08
BCA17.87517.825-0,07
BRI17.88017.830-0,06
BNI17.87017.820-0,08

Pergerakan kurs dolar di bank-bank besar tersebut menjadi indikator penting bagi kondisi nilai tukar rupiah secara umum. Penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional dan perkembangan kebijakan moneter internasional.

Pihak bank dan analis keuangan terus memantau pengaruh kebijakan The Fed serta kondisi global yang dapat memengaruhi pergerakan dolar dan rupiah ke depan.

Pergerakan Kurs Dolar di Bank Mandiri dan Bank Besar Lainnya 21 Agustus 2026 | Ar midiya channel
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow