Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun Ringan 19 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, menunjukkan tren penurunan ringan dengan nilai tukar rupiah yang relatif stabil di pasar domestik.

Data kurs yang dipantau pada pagi hari menunjukkan bahwa BCA menetapkan kurs beli dolar AS di Rp17.660 dan kurs jual di Rp17.940, sementara Bank Mandiri mencatat kurs beli di Rp17.610 dan jual di Rp17.910. BRI dan BNI juga mengalami penurunan kurs serupa dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Penurunan ini terjadi setelah rupiah sempat menguat pada awal bulan Agustus, dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terbuka menguat sebesar 0,15% pada 10 Agustus 2026. Indeks dolar AS juga menguat ke level 99,67 pada tanggal yang sama, sehingga mempengaruhi pergerakan nilai tukar di pasar.

Kurs di BCA

BCA pada 19 Agustus 2026 menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp17.660 dan kurs jual Rp17.940 di counter, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi 18 Agustus yang mencatat Rp17.700 sampai Rp18.000 di TT counter.

Kurs di Bank Mandiri

Bank Mandiri menetapkan kurs beli dolar AS di Rp17.610 dan kurs jual Rp17.910, turun dari posisi sebelumnya yang sempat mencapai Rp17.810 untuk beli dan Rp17.840 untuk jual pada 10 Agustus 2026.

Kurs di BRI dan BNI

BRI dan BNI juga mengikuti tren penurunan dengan kurs jual beli yang berada dalam kisaran Rp17.600 hingga Rp18.000. Pada 7 Agustus, BRI mencatat e-rate beli di Rp17.876 dan jual Rp17.891, sedangkan BNI pada 10 Agustus berada di Rp17.800 sampai Rp18.000.

Konteks Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah yang fluktuatif terhadap dolar AS dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan indeks dolar AS, kondisi ekonomi global, serta kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan bank sentral negara lain. Mata uang Asia lainnya seperti yuan China dan baht Thailand menunjukkan penguatan kecil, sedangkan yen Jepang dan won Korea Selatan melemah terhadap dolar AS.

Perbedaan kurs jual beli di bank-bank ini juga dipengaruhi oleh jenis transaksi, seperti e-rate dan TT counter, yang memiliki mekanisme harga berbeda. Biasanya, TT counter memiliki kurs jual beli yang lebih tinggi dibandingkan e-rate, karena mencakup biaya transaksi yang lebih besar.

Data Kurs Dolar AS Terkini di Bank-Bank

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
BankKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)
BCA17.66017.940
Bank Mandiri17.61017.910
BRI17.60017.900
BNI17.60018.000

Pengaruh Pergerakan Kurs Terhadap Masyarakat

Pergerakan nilai tukar ini penting bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melakukan transaksi valas, karena berpengaruh pada biaya impor dan ekspor serta kebutuhan perjalanan luar negeri. Menurut data teranyar, rupiah saat ini relatif stabil namun masih rentan terhadap tekanan eksternal yang dapat menyebabkan fluktuasi mendadak.

"Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan dinamika yang dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan kebijakan moneter dalam negeri," ujar analis ekonomi dari sebuah lembaga riset keuangan nasional.

Bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI terus memantau pergerakan pasar dan menyesuaikan kurs jual beli dolar AS secara berkala untuk menjaga kestabilan serta memenuhi kebutuhan nasabah.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed