Harga Sembako Naik di Agustus 2026 Dipicu Kenaikan BBM dan Tarif Angkutan
Harga sembako di pasar tradisional Indonesia naik pada Selasa, 4 Agustus 2026, terutama terdorong oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif angkutan. Kenaikan ini berdampak langsung pada masyarakat yang mengandalkan kebutuhan pokok harian.
Kenaikan harga sembako terjadi pada berbagai komoditas pokok sejak awal Agustus 2026. Kenaikan BBM yang diumumkan pemerintah menyebabkan biaya distribusi dan angkutan barang meningkat, sehingga mempengaruhi harga jual di tingkat konsumen. Tarif angkutan yang naik juga memperberat beban biaya logistik.
Namun demikian, beberapa bahan pokok seperti minyak goreng, tomat, dan kentang tercatat masih stabil harganya. Minyak goreng kemasan, misalnya, memiliki harga bervariasi antara Rp 12.000 sampai Rp 14.800 per liter untuk kemasan pouch 1 liter, dan Rp 63.000 sampai Rp 67.000 untuk jerigen 5 liter.
Daftar Harga Minyak Goreng Agustus 2026
- Minyak goreng 1 liter pouch: Rp 12.000 - Rp 14.800
- Minyak goreng 2 liter pouch: Rp 22.700 - Rp 25.000
- Minyak goreng 5 liter jerigen: Rp 63.000 - Rp 67.000
- Berbagai merek minyak goreng 1-2 liter: Rp 13.000 - Rp 26.200
Harga Sembako di Jawa Timur per 3 Agustus 2026
| Komoditas | Harga (Rp/kg atau liter) |
|---|---|
| Beras Premium | 15.076 |
| Beras Medium | 13.034 |
| Gula Kristal Putih | 17.087 |
| Minyak Goreng Curah | 20.304 |
| Minyak Goreng Kemasan Premium | 21.796 |
Dampak Kenaikan Harga dan Respon Pasar
Kenaikan harga sembako ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah yang mengandalkan bahan pokok dalam pengeluaran harian mereka. Para pedagang di pasar tradisional mengaku harus menyesuaikan harga jual agar dapat menutupi kenaikan biaya operasional akibat BBM dan tarif angkutan.
Menurut data dari Bank Indonesia, harga beras premium di Jawa Timur misalnya tercatat Rp 15.076 per kilogram dan gula kristal putih Rp 17.087 per kilogram, yang menunjukkan tren kenaikan seiring biaya distribusi yang meningkat.
"Kenaikan harga BBM dan tarif angkutan secara langsung berpengaruh pada harga sembako di pasar. Kami berharap pemerintah bisa mengawasi agar kenaikan harga tidak terlalu memberatkan masyarakat," ujar Kepala Pasar Tradisional Surabaya, Budi Santoso.
Stabilnya harga minyak goreng dan beberapa bahan lain seperti tomat dan kentang menjadi faktor penyeimbang agar inflasi kebutuhan pokok tidak melonjak terlalu tinggi dalam waktu singkat.
Perkembangan Harga Sembako Sebelumnya
Jika dibandingkan minggu lalu, harga sembako mengalami kenaikan sekitar 3-5% terutama pada komoditas beras dan gula. Kenaikan ini diperkirakan masih akan berlangsung selama biaya BBM dan angkutan belum kembali stabil.
Pengamat ekonomi menyarankan agar masyarakat melakukan penyesuaian konsumsi dan memanfaatkan pasar tradisional yang biasanya menawarkan harga lebih kompetitif dibandingkan pasar modern.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow