Harga Emas Dunia Naik Sentuh Rp70 Juta per Ons pada 13 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia pada Kamis, 13 Agustus 2026, tercatat menguat ke kisaran Rp70 juta per ons, terdorong oleh data inflasi Amerika Serikat yang stabil serta aktivitas pembelian emas oleh bank sentral global. Data ini diperoleh dari perdagangan di pasar internasional yang memantau pergerakan XAU/USD.

Pada perdagangan hari ini, harga emas naik menjadi sekitar 4.408,60 USD per troy ons, meningkat 0,88% dari penutupan sebelumnya yang sebesar 4.368,04 USD. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren positif dalam sebulan terakhir yang mencatat kenaikan hingga 9,15% dan 30,47% dibandingkan tahun lalu, menurut data dari Trading Economics per 11 Agustus 2026.

Kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain data inflasi AS yang sesuai ekspektasi pada Juli 2026 sehingga meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve. Selain itu, pembelian emas oleh bank-bank sentral, termasuk Amerika Serikat dengan cadangan 8.133,46 ton dan China yang memiliki 2.346,43 ton emas, turut memperkuat permintaan dan harga emas global.

Inflasi dan Kebijakan Moneter AS

Stabilnya inflasi di AS menjadi sinyal positif bagi pasar emas. Dengan inflasi yang terkendali, peluang kenaikan suku bunga oleh Fed menurun sehingga emas sebagai aset safe haven kembali diminati investor. Situasi ini tercermin dari data harga konsumen AS yang naik sesuai perkiraan pada Juli 2026, menurut laporan Trading Economics.

Pembelian Bank Sentral dan Cadangan Emas

Bank sentral beberapa negara terus melakukan pembelian emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa mereka. Cadangan emas AS mencapai 8.133,46 ton, Rusia 2.282,98 ton, dan Jerman 3.350,25 ton per Maret 2026, memberikan tekanan positif terhadap harga emas dunia. Pembelian ini juga mencerminkan kepercayaan institusi terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perbandingan Harga dan Prediksi Harga Emas 2026

Harga emas pada 11 Agustus sempat turun ke 4.368,04 USD/t.oz, namun kembali naik ke 4.408,60 USD/t.oz pada 12 Agustus 2026. Prediksi harga emas untuk akhir kuartal ketiga tahun ini berada di kisaran 4.446,14 USD/t.oz, dengan potensi kenaikan hingga 4.806,49 USD/t.oz dalam 12 bulan ke depan, menurut data Trading Economics.

TanggalHarga Emas (USD/t.oz)Perubahan (%)
11 Agustus 20264.368,04-0,53
12 Agustus 20264.408,60+0,88
13 Agustus 20264.420,00 (indikatif)+0,26

Dampak Harga Emas Terhadap Pasar dan Investor

Kenaikan harga emas hari ini memberikan peluang bagi investor untuk mempertimbangkan instrumen ini sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, fluktuasi harga juga tetap perlu diwaspadai karena harga emas sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan kebijakan moneter global.

  • Harga emas berjangka bersifat indikatif dan tidak selalu real-time
  • Inflasi AS yang stabil meredakan kekhawatiran suku bunga naik
  • Pembelian bank sentral menambah permintaan dan penguatan harga emas
"Stabilnya data inflasi AS dan pembelian emas oleh bank sentral menjadi faktor utama penguatan harga emas saat ini," ujar analis pasar komoditas dari Goldpedia.
Harga Emas Dunia Naik, Emas Antam Turun Tipis | Nusantara TV

Informasi harga emas ini bukan merupakan saran investasi. Investor disarankan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed