Pancasila Sebagai Dasar Negara Bersifat Integralistik dan Perannya Saat Ini

Smallest Font
Largest Font

Pancasila sebagai dasar negara bersifat integralistik adalah landasan utama yang menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau kelompok. Konsep ini menjawab kebutuhan bangsa Indonesia agar tetap bersatu dalam keberagaman.

Negara integralistik adalah negara yang memandang masyarakat sebagai kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan. Setiap bagian masyarakat saling berhubungan erat dan membentuk satu kesatuan organisasi sosial. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Soepomo pada Sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.

Menurut Profesor Soepomo, negara tidak bisa dipahami sebagai kumpulan individu yang terpisah-pisah. Melainkan sebagai kesatuan integral di mana semua golongan dan anggota masyarakat memiliki keterkaitan dan saling mendukung satu sama lain.

Asal Usul Pemikiran Integralistik dalam Konteks Indonesia

Ide negara integralistik berasal dari teori tokoh Barat seperti Spinoza, Adam Muller, dan Hegel, namun Soepomo menyesuaikannya dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang menekankan persatuan hidup, keserasian sosial, dan hubungan antara rakyat dan pemimpin yang harmonis.

Konsep ini sangat cocok dengan nilai-nilai yang diusung Pancasila, yang mengedepankan gotong royong dan kepentingan bersama sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah Terbentuknya Pancasila dan Penetapannya sebagai Dasar Negara

Pancasila resmi menjadi dasar negara pada 17 Agustus 1945, tepat saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Penetapan ini merupakan puncak dari proses panjang pemikiran para pendiri bangsa dalam mendefinisikan karakter negara yang ingin dibangun.

Dalam masa awal kemerdekaan, Pancasila dijadikan fondasi filosofis yang menyatukan seluruh elemen bangsa demi mencapai tujuan nasional secara integral, bukan hanya dari segi politik atau ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya.

Pengaruh Paham Developmentalis-Integralis pada Politik Indonesia

Pada dekade 1980-an, Indonesia mengalami dominasi dua paham besar yakni pluralis-kritis dan developmentalis-integralis. Paham developmentalis-integralis menguatkan pendekatan integralistik yang juga tercermin dalam pelaksanaan Pancasila sebagai dasar negara.

Pemikiran ini turut membentuk sistem politik dari era Demokrasi Terpimpin hingga Orde Baru, yang meskipun menghasilkan stabilitas, kadang menimbulkan biaya sosial yang harus diwaspadai.

Filosofi Pancasila secara Lengkap dalam Konteks Integralistik

Pancasila bukan sekadar ideologi politik, melainkan filosofi hidup bangsa Indonesia yang mengajarkan keseimbangan antara kemajuan materi dan moral spiritual.

Setiap sila dalam Pancasila saling melengkapi dan membentuk kesatuan yang integral, mengutamakan kepentingan bangsa secara keseluruhan di atas kepentingan individu atau kelompok tertentu.

Makna Gotong Royong dalam Pancasila

Gotong royong merupakan wujud nyata dari sifat integralistik Pancasila. Ini menegaskan bahwa keberhasilan bangsa tidak hanya ditentukan oleh upaya individu, melainkan kerja sama dan solidaritas antarwarga negara.

Dalam pengalaman saya, banyak konflik sosial bisa diatasi dengan kembali menegakkan nilai gotong royong yang selama ini menjadi perekat kuat persatuan bangsa.

Bagaimana Pancasila Menjaga Persatuan Bangsa Indonesia

Pancasila berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang sangat kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya.

Dengan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok, Pancasila menghindarkan bangsa dari fragmentasi sosial dan politik yang berpotensi memecah belah.

  1. Menumbuhkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial.
  2. Menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan nasional yang inklusif.
  3. Mendorong dialog dan musyawarah dalam penyelesaian masalah.
  4. Memperkuat identitas nasional yang berlandaskan nilai-nilai luhur.

Implementasi Nilai Integralistik dalam Pembangunan Nasional

Dalam konteks pembangunan, Pancasila sebagai dasar negara integralistik menuntut agar pembangunan tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia secara merata.

Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa pembangunan yang mengabaikan nilai integralistik sering menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan yang merusak kohesi sosial.

Profil Profesor Soepomo dan Peranannya dalam Pemikiran Negara Integralistik

Profesor Soepomo adalah tokoh kunci dalam merumuskan dasar filosofis negara Indonesia yang integralistik. Sebagai dosen program doktor hukum di Universitas Kristen Indonesia dan Ketua Tim Ranah Tata Kelola Aliansi Kebangsaan, pemikirannya sangat berpengaruh.

"Negara ialah suatu susunan masyarakat yang integral, segala golongan, segala bagian, segala anggotanya berhubungan erat satu sama lainnya dan merupakan persatuan masyarakat yang organis," ujar Profesor Soepomo.

Pengaruh pemikirannya masih terasa dalam berbagai aspek kenegaraan, baik dalam sistem hukum maupun politik di Indonesia saat ini.

Kontribusi Pemikiran Soepomo pada Sistem Politik Indonesia

Konsep negara integralistik yang dikembangkan Soepomo menjadi fondasi bagi sistem politik yang menekankan persatuan dan kesatuan, sekaligus menghindari fragmentasi yang bisa melemahkan negara.

Namun, dari pengalaman kajian politik, penerapan konsep ini juga harus diimbangi dengan perlindungan hak-hak individu agar tidak terjadi dominasi kelompok mayoritas yang merugikan minoritas.

Tabel Perbandingan Paham Integralistik dan Pluralistik di Indonesia

Perbedaan utama antara paham integralistik dan pluralistik dalam konteks politik Indonesia
AspekIntegralistikPluralistik
FokusKesatuan sosial dan kepentingan bersamaKeberagaman dan kebebasan individu
Sistem PolitikSentralisasi dan harmonisasiDesentralisasi dan kritik
Peran IndividuBagian dari kesatuanHak individual diutamakan
RisikoDominasi mayoritas, potensi pembatasan hakFragmentasi sosial, konflik kepentingan
Paham Integralistik dalam Negara Indonesia Hubungannya dengan Penetapan Dasar Negara | Ariretno Purwanti

Pancasila sebagai dasar negara integralistik merupakan kerangka konseptual yang menjawab kebutuhan bangsa Indonesia untuk hidup dalam persatuan dan kesatuan, tanpa menghilangkan keberagaman. Implementasinya yang konsisten akan menjaga bangsa tetap kokoh menghadapi dinamika zaman.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed