East India Company Tetapkan Dominasi Perdagangan Inggris Sejak 1600

Smallest Font
Largest Font

East India Company (EIC), persekutuan dagang milik Inggris yang didirikan pada 31 Desember 1600, menetapkan dominasi perdagangan Inggris di Asia hingga dibubarkan pada 1 Juni 1874 setelah pengambilalihan oleh pemerintah Inggris pada 1858. Pendirian EIC oleh Ratu Elizabeth I menandai era baru dalam perdagangan global, khususnya perdagangan rempah.

Pada 22 September 1599, pengumpulan modal sebesar £30.133, setara lebih dari £4.000.000 saat ini, dilakukan dan ditunjuk 15 direktur untuk mengelola EIC. Kapal-kapal utama seperti Susan, Hector, Ascension, dan Malice Scourge (kemudian Red Dragon) dibeli antara September 1600 hingga musim semi 1601 sebagai armada awal pelayaran dagang.

Pelayaran Pertama dan Ekspansi Kantor Dagang

Sir James Lancaster memimpin pelayaran pertama EIC pada Juni 1602 yang berhasil tiba di pelabuhan Aceh dan Banten. Pelayaran kedua dilakukan pada 1604 oleh Sir Henry Middleton yang menjangkau wilayah Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Antara 1611 hingga 1617, EIC membuka kantor dagang di berbagai lokasi strategis Indonesia seperti Sukadana, Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi untuk memperkuat jaringan dagang.

Dominasi Perdagangan dan Peristiwa Penting

Dalam perjalanan sejarahnya, EIC mengalami berbagai peristiwa penting termasuk Pembantaian Amboyna pada 1623, yang menewaskan 10 orang Inggris dan beberapa warga Jepang serta Portugis, yang memperkeruh hubungan regional. EIC juga menguasai perdagangan di Bengkulu dari perjanjian dengan penguasa Selebar pada 1685 hingga 1752, memperkuat posisi Inggris dalam perdagangan rempah di Asia Tenggara.

Hubungan dengan Kongsi Dagang Lain dan Akhir EIC

EIC berdampingan dengan kongsi dagang lain seperti VOC yang didirikan pada Maret 1602 dan bubar pada 31 Desember 1799. Perusahaan dagang lain seperti Portuguese East India Company dan French East India Company juga pernah berdiri namun tidak bertahan lama. Pengambilalihan EIC oleh pemerintah Inggris pada 1858 menandai berakhirnya era kongsi dagang ini, yang secara resmi dibubarkan pada 1 Juni 1874.

Penyebab Pembubaran

Pembubaran EIC dipicu oleh perubahan kebijakan pemerintah Inggris yang mengambil alih kendali langsung atas wilayah dan perdagangan di Asia, menggantikan monopoli perusahaan dagang swasta. Hal ini merupakan respons terhadap berbagai konflik dan krisis yang terjadi selama masa operasi EIC.

Signifikansi dan Warisan EIC

East India Company merupakan pionir dalam penguasaan perdagangan global yang membawa Inggris ke posisi imperium besar. Perusahaan ini menjadi simbol kolonialisme dan dominasi ekonomi yang membentuk peta perdagangan rempah dan kekuatan politik di Asia selama lebih dari dua abad.

  • Didirikan 31 Desember 1600 oleh Ratu Elizabeth I
  • Modal awal £30.133 dengan armada kapal yang kuat
  • Pelayaran pertama ke Aceh dan Banten pada 1602
  • Mendirikan kantor dagang di banyak wilayah Indonesia
  • Dibubarkan pada 1 Juni 1874 setelah diambil alih pemerintah Inggris
TanggalPeristiwaKeterangan
31 Desember 1600Pendirian EICDitetapkan oleh Royal Charter Ratu Elizabeth I
Juni 1602Pelayaran PertamaDipimpin Sir James Lancaster, tiba di Aceh dan Banten
1623Pembantaian AmboynaMenewaskan 10 orang Inggris dan lainnya
1858Pengambilalihan oleh Pemerintah InggrisMengakhiri monopoli EIC
1 Juni 1874Pembubaran EICResmi dibubarkan setelah pengambilalihan
"East India Company menjadi fondasi awal dominasi Inggris dalam perdagangan global dan kolonialisme di Asia," ujar sejarawan perdagangan dari Historia.id.
Misteri EIC Perusahaan Dagang Inggris yang Ingin Kuasai Dunia | About History Ch.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed