Kelemahan Samsung Galaxy S21 FE yang Sering Dikeluhkan Pengguna

Smallest Font
Largest Font

Kelemahan Samsung Galaxy S21 FE menjadi poin krusial yang wajib Anda pahami sebelum memutuskan untuk meminang perangkat ini. Membicarakan ponsel pintar yang dirilis secara global pada 4 Januari 2022 ini tentu tidak lepas dari ekspektasi tinggi masyarakat. Sebagai versi ekonomis dari lini premium, ponsel ini membawa daya tarik tersendiri saat pertama kali muncul di pasar.

Saya melihat banyak konsumen yang terpikat oleh emblem edisi fan yang diusungnya. Namun, setelah waktu berjalan, berbagai keterbatasan teknis mulai bermunculan dan dirasakan langsung oleh para penggunanya. Melalui artikel ini, saya akan membedah secara mendalam apa saja titik lemah perangkat tersebut.

Aspek dapur pacu menjadi sorotan utama ketika kita membahas kenyamanan penggunaan jangka panjang. Sektor ini sering kali memicu perdebatan di kalangan pencinta teknologi.

Dilema Exynos 2100 dan Snapdragon 888

Samsung Galaxy S21 FE hadir di pasaran dengan dua varian chipset berbeda, yaitu Exynos 2100 fabrikasi 5nm dan Qualcomm Snapdragon 888. Kebijakan regional menentukan jenis prosesor yang Anda dapatkan di dalam kotak penjualan.

Kedua chipset kelas atas ini memang menawarkan performa komputasi yang sangat cepat untuk membuka berbagai aplikasi berat. Namun, arsitektur kedua prosesor ini terkenal memiliki konsumsi daya yang sangat tinggi.

Menurut ulasan teknis dari Gadgetren, manajemen termal pada kedua chipset ini kurang optimal dalam menjaga kestabilan performa. Akibatnya, pemrosesan grafis yang intensif sering kali terhambat oleh penurunan performa secara otomatis.

Suhu Panas Saat Penggunaan Intensif

Masalah peningkatan suhu bodi bodi merupakan komplain yang paling sering saya temukan dari para pemilik perangkat ini. Ketika digunakan untuk aktivitas harian yang agak berat, suhu perangkat bisa meningkat dengan cepat.

Aktivitas seperti merekam video dengan resolusi tinggi atau bermain game akan membuat area belakang ponsel terasa tidak nyaman digenggam. Peningkatan suhu ini tidak hanya mengganggu kenyamanan tangan Anda.

Suhu panas yang konstan juga mempercepat penurunan performa sistem secara keseluruhan. Berdasarkan analisis dari Telset, fenomena panas ini terjadi karena sistem pembuangan panas internal perangkat kurang mampu meredam panas dari chipset bertenaga besar tersebut.

Sektor Baterai dan Pengisian Daya yang Tertinggal

Daya tahan operasional sebuah ponsel pintar sangat bergantung pada kombinasi kapasitas baterai dan optimasi perangkat lunak. Sayangnya, sektor ini menjadi salah satu kelemahan paling nyata.

Kapasitas Baterai 4.500 mAh yang Cepat Habis

Samsung membekali ponsel ini dengan baterai berkapasitas 4.500 mAh yang sebenarnya terlihat cukup di atas kertas. Ukuran baterai ini dirancang untuk menyuplai daya ke layar berukuran 6,4 inci.

Namun, dalam skenario penggunaan nyata, kombinasi layar refresh rate 120Hz dan chipset bertenaga besar membuat daya baterai terkuras sangat cepat. Pengguna yang aktif sering kali harus melakukan pengisian daya sebelum hari berakhir.

Berdasarkan data pengujian dari Gizmologi, daya tahan baterai ponsel ini terasa pas-pasan untuk standar kebutuhan modern. Mengaktifkan mode hemat daya menjadi opsi yang terpaksa diambil demi memperpanjang masa pakai.

Pengisian Daya 25W yang Lambat

Ketika baterai habis, Anda harus berhadapan dengan teknologi pengisian daya cepat yang hanya mendukung daya maksimal 25W. Angka pengisian daya ini terasa sangat tertinggal jika dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya.

Proses pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu yang relatif lama. Bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi, durasi pengisian daya ini tentu bisa menjadi hambatan harian yang menjengkelkan.

Situs YangCanggih mencatat bahwa keterbatasan kecepatan pengisian daya 25W ini membuat perangkat kurang kompetitif. Ditambah lagi, paket penjualan perangkat ini juga tidak menyertakan kepala charger di dalam kotaknya.

Ulasan Samsung Galaxy S21 FE Apakah Masih Layak | GadgetIn

Keterbatasan Memori Tanpa Slot Ekspansi

Fleksibilitas penyimpanan data menjadi aspek penting bagi pengguna yang gemar memproduksi konten visual atau menyimpan banyak file dokumen berukuran besar.

RAM 6 GB dan 8 GB yang Mulai Terbatas

Perangkat ini dipasarkan dengan opsi memori RAM berkapasitas 6 GB atau 8 GB untuk mendukung aktivitas multitasking. Kapasitas RAM ini sebenarnya sudah cukup memadai untuk menjalankan aplikasi standar sehari-hari.

Namun, untuk beban kerja modern yang semakin berat, kapasitas RAM yang terbatas bisa memicu penutupan aplikasi di latar belakang secara mendadak. Manajemen memori perangkat keras ini harus bekerja ekstra keras.

Saya menilai keterbatasan opsi RAM ini membuat ruang gerak pengguna yang gemar membuka banyak aplikasi sekaligus menjadi agak terganggu. Hambatan kecil atau lag terkadang muncul saat berpindah aplikasi dengan cepat.

Absennya Slot MicroSD untuk Penyimpanan Eksternal

Ponsel ini menyediakan pilihan media penyimpanan internal sebesar 128 GB atau 256 GB untuk menampung seluruh file Anda. Kapasitas internal tersebut mungkin terdengar besar bagi sebagian orang saat awal membelinya.

Masalah utama muncul karena pabrikan memutuskan untuk menghilangkan slot kartu memori eksternal MicroSD pada perangkat ini. Anda tidak memiliki opsi untuk menambah kapasitas penyimpanan secara manual di kemudian hari.

Menurut laporan dari Pontianak Post, absennya slot ekspansi memori ini memaksa pengguna untuk sangat bijak dalam mengelola ruang penyimpanan berkas. Jika memori internal penuh, Anda terpaksa menghapus file lama atau beralih menggunakan layanan penyimpanan awan berbayar.

Detail Spesifikasi Teknis Perangkat

Untuk memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai komponen yang tertanam di dalamnya, mari kita lihat rincian spesifikasi dasar perangkat ini.

Spesifikasi Komponen Utama Samsung Galaxy S21 FE
Komponen PerangkatSpesifikasi Resmi
Ukuran Layar6,4 inci
Resolusi LayarFull HD+ 2400 x 1080 piksel
Refresh Rate120Hz
Kapasitas Baterai4.500 mAh
Kecepatan Isi Daya25W
Kamera Utama12 MP f/1.8 OIS
Kamera Telephoto8 MP OIS 3x Zoom
Kamera Depan32 MP

Catatan Kritis Terkait Kamera dan Material

Meskipun mengusung DNA dari seri flagship, beberapa penyesuaian harus dilakukan untuk menekan biaya produksi agar harga jualnya bisa ditekan.

Material Bodi Plastik Premium yang Kurang Mewah

Saat pertama kali menggenggamnya, Anda akan langsung merasakan bahwa bagian penutup belakang ponsel ini menggunakan material polikarbonat atau plastik. Samsung menyebut material ini sebagai Glasstic.

Meskipun memiliki finishing yang rapi dan tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari, feel genggamannya tetap terasa kurang premium. Sensasi sentuhan fisik material ini sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan kaca asli.

Bagi konsumen yang memprioritaskan estetika kemewahan, material bodi plastik ini sering kali memicu kekecewaan ringan. Konstruksi bodi plastik cenderung terasa kurang kokoh saat ditekan di beberapa bagian tertentu.

Kamera Telephoto 8 MP dengan Sensor Kecil

Sektor fotografi perangkat ini dilengkapi dengan konfigurasi tiga kamera belakang yang fungsional untuk mengabadikan momen. Kamera utama menggunakan sensor 12 MP f/1.8 dengan Dual Pixel AF dan OIS, didampingi kamera ultra-wide 12 MP.

Namun, kamera telephoto pada perangkat ini hanya menggunakan sensor beresolusi 8 MP dengan kemampuan 3x optical zoom. Resolusi sensor kamera telephoto yang kecil ini membatasi ketajaman detail gambar yang dihasilkan.

Berdasarkan ulasan dari KumparanTech, hasil foto dari kamera jarak jauh ini akan menurun kualitasnya secara drastis saat kondisi pencahayaan kurang ideal. Noise atau bintik digital akan terlihat sangat jelas pada area bayangan foto.

Meskipun ponsel ini mengusung nama besar seri premium, berbagai pemangkasan fitur dan keterbatasan hardware membuat perangkat ini memerlukan perhatian ekstra sebelum Anda membelinya.

Daftar Kekurangan Utama yang Perlu Diperhatikan

Berdasarkan seluruh analisis teknis di atas, berikut adalah rangkuman poin-poin keterbatasan yang wajib masuk dalam bahan pertimbangan Anda:

  • Suhu bodi perangkat cepat meningkat secara signifikan saat digunakan untuk beban kerja berat atau bermain game jangka panjang.
  • Sistem manajemen daya kurang efisien, membuat kapasitas baterai 4.500 mAh terasa sangat cepat habis untuk kebutuhan harian.
  • Teknologi pengisian daya cepat maksimal hanya mendukung 25W, membutuhkan waktu tunggu yang lama untuk terisi penuh.
  • Pabrikan menghilangkan dukungan slot kartu memori eksternal MicroSD, membatasi fleksibilitas penambahan ruang penyimpanan data.
  • Material bodi bagian belakang masih menggunakan bahan plastik polikarbonat yang mengurangi kesan mewah perangkat kelas atas.
  • Kamera telephoto hanya mengandalkan resolusi sensor sebesar 8 MP yang kurang optimal dalam menangkap detail di kondisi temaram.

Pertimbangan Akhir Sebelum Memilih Perangkat Ini

Melihat kembali harga rilis awalnya di Amerika Serikat yang menyentuh angka US$699 atau sekitar Rp10 juta, perangkat ini memang diposisikan sebagai jembatan menuju kelas premium. Namun, kompromi spesifikasi yang diambil oleh pabrikan membuat Anda harus berpikir ulang secara matang.

Kombinasi masalah suhu panas pada Exynos 2100 atau Snapdragon 888, baterai yang boros, serta pengisian daya 25W yang lambat adalah paket kelemahan yang nyata. Anda harus siap beradaptasi dengan keterbatasan harian ini jika tetap memilihnya.

Menilai sebuah ponsel pintar harus dilakukan secara objektif dengan menimbang segala aspek minus yang ada di dalamnya. Keputusan akhir kini berada di tangan Anda, dengan menyesuaikan profil kebutuhan harian serta toleransi Anda terhadap kekurangan teknis yang dimiliki oleh perangkat ini.

Follow lenterarakyat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow